Tuesday, March 15, 2011

Google Circles Calon Pembunuh Facebook dari Google

Setelah beberapa kali usaha Google gagal dalam mendirikan social media versi mereka sendiri, terakhir Google Buzz kini Google bersiap-siap untuk mendirikan sebuah situs atau layanan bernama Circles yang dipercaya banyak pengamat merupakan situs social media untuk menyaingi Facebook dan Twitter di ranah social media. Kabar ini dihembuskan oleh sebuah situs, readwriteweb.com dengan menyatakan sebagai berikut: “We believe that Google will preview a major new social service called Google Circles at South by Southwest Interactive today”. Memang sepertinya Google perlu segera untuk meluncurkan situs social media buatan mereka sendiri kalau tidak mau disaingi atau malah dalam waktu dekat tertinggal oleh Facebook. 

Nilai ekonomi di ranah social media memang sangat tinggi, sebagian besar dinikmati oleh Facebook. Bisa dibayangkan kini lebih dari 642 juta orang merupakan pengguna tetap Facebook, 70% di antaranya berada di luar Amerika. Nilai pasar Facebook juga terus-menerus meningkat hingga mencapai 65 miliar dollar AS. Namun kabar tentang peluncuran situs social media versi Google ini langsung dibantah oleh Google dengan mengatakan bahwa:
“Google has now officially denied that Circles will launch here, but not that it exists. See final update below, as of afternoon Texas time Google does now deny that Circles exists”.
Menurut readwriteweb.com sendiri indikasi tentang situs social media versi Google ini cukup kuat. Jika nantinya indikasi ini benar,  layanan yang akan diberikan Google ini akan menawarkan foto, video dan berbagi pesan status. Semua pengguna berbagi pada Lingkaran, pengguna hanya akan berbagi dengan lingkaran yang paling tepat dalam kontak sosial di kehidupan mereka, artinya tidak seperti Facebook yang membagi info tentang penggunanya kepada seluruh pengguna, Circles hanya akan memungkinkan kontak dengan anggota lingkaran yang sesuai dengan pengguna, jadi paling tidak akan lebih aman dibandingkan Facebook yang diklaim sering abai dengan privasi penggunanya. Masih menurut situs yang sama Circles kemungkinan akan ditampilkan dalam suatu acara  oleh ACLU, sebuah organisasi yang berfokus pada privasi dan kebebasan. Walaupun dipercaya bukan peluncuran secara resmi, tetapi jelas bahwa Circles  adalah produk utama Google dalam ranah social media yang diharapkan bisa bersaing dengan Facebook dan juga Twitter.

Layanan Circles telah dikembangkan dengan partisipasi aktif dari Chris Messina, co-creator berbagai fenomena sosial dan software  online yang sukses, mulai dari BarCamp, Hashtags dan banyak lagi. Messina sendiri menolak berkomentar untuk tentang hal ini. Selain itu terdapat nama Jonathan Sposato, CEO  layanan foto editing Piknik yang diakuisisi Google tahun lalu. Sposato adalah orang yang menjual dua  start-up ke Google sebelumnya, yaitu salah satunya  Phatbits, sebuah layanan yang diakuisisi oleh Google pada tahun 2005 yang kemudian menjadi Google Gadgets.

Namun demikian kembali Google membantah kabar ini dan mengatakan bahwa tidak ada produk saat ini yang sedang dikembangkan. Google mengatakan kepada Liz Gannes di blog teknologi All Things That D bahwa mereka tidak mempersiapkan apa pun. Liz Ganes sendiri menyatakan bahwa:

“When a report emerged this morning of a new social network focused on nuanced sharing called Google Circles, the company said it was not launching anything this week at SXSW. But such a product is not even under development, according to the people supposedly developing it. Google’s Chris Messina, who had been pegged as one of the leaders of Circles, told me directly today that he “didn’t know what [the story] was talking about.”

 
Namun walaupun terus dibantah oleh Google, paling tidak nantinya jika benar-benar diluncurkan, Circles dipercaya akan menawarkan sesuatu yang jauh berbeda dibandingkan dengan Facebook atau Twitter. Selama ini ada satu kesangsian, terutama terhadap layanan Facebook di mana seorang pengguna berada dalam sebuah ember besar yang tidak bisa membatasi privasi mereka walaupun sebenarnya sudah diatur seketat dan sebaik mungkin. Informasi profil seorang pengguna Facebook bahkan bisa dilihat secara jelas oleh pengguna manapun sehingga bagi pendukung privasi hal ini sangat tidak nyaman. Kebalikannya dengan hal ini, Circles dipercaya mampu membatasi interaksi para penggunanya pada Lingkaran yang sesuai dengan mereka dan sesuai pula dengan kehidupan off line pengguna. Artinya pengguna Circles nantinya memang dibatasi pada lingkaran tertentu yang dipilih dan sesuai dengan kehidupan off line pengguna Circles, tentu sebuah kemajuan dibandingkan dengan Facebook dalam bidang privasi yang terus mendapatkan kritik, tidak tanggung-tanggung dari anggota senat Amerika Serikat sendiri.

Nantinya Circles dipercaya  memungkinkan berkomunikasi hal yang berbeda untuk orang yang berbeda dalam situasi yang berbeda. Artinya ada lingkaran-lingkaran komunikasi yang dibatasi pada hal-hal tertentu, seperti teman sekolah, rekan kerja, dan keluarga. Selama ini di social media yang sudah ada semua orang bisa melihat kegiatan pengguna lain secara langsung, namun di Circles nantinya hal ini kemungkinan tidak bisa dilakukan sehingga lebih terjaga privasinya.

Sumber menyebutkan bahwa pengembangan Circles kemungkinan sangat dipengaruhi oleh mantan peneliti sosial teknologi Google, yaitu  Paul Adams. Adams telah menulis sebuah buku berjudul Social Circles, yang akan dirilis musim panas tahun ini dan ia banyak membahas tentang apa yang salah dengan social networks, khususnya kurangnya penghormatan terhadap konteks dan manusia.  Adams bekerja di bagian User Experience Google selama empat tahun, tetapi hanya beberapa bulan setelah menerbitkan presentasinya tentang apa yang salah dengan social networks tersebut, ia meninggalkan Google dan pindah ke Facebook.

Circles nantinya, berdasarkan orang-orang yang mengembangkannya dipercaya akan sama ramahnya dengan produk sosial Google lainnya, namun ada penekanan lebih besar kepada disain dan kegunaan. Dengan Messina dan Sposato di belakangnya, yang tidak diragukan lagi kualitas dan kehandalan mereka, Circles diyakini merupakan usaha berikutnya dari Google untuk berada dalam pertarungan di social media dengan Facebook dan Twitter. Seperti diketahui, Google telah melakukan banyak hal untuk membuat situs atau langkah sosial guna bisa bersaing dengan Facebook, namun tetap saja mereka terus berada di belakang Facebook. Hampir tidak ada satu pun usaha Google untuk menyaingi Facebook di ranah social media yang menuai keberhasilan. Hal ini tentu menimbulkan penasaran dan membuat Google makin termotivasi untuk segera berada di ranah tersebut.

Kita bisa mebuat daftarnya, mulai dari Google Buzz, Google Wave, dan Google’s Open Social tidak satupun bisa menjadi pembunuh Facebook yang ampuh. Pada bulan Desember 2010 yang lalu di situs techcrunch.com muncul sebuah screenshot yang memperlihatkan tool bar di situs google.com dan disebut Loop, namun sampai sekarang tidak jelas ke mana perginya tool bar tersebut. Sumber di readwriteweb.com menyatakan bahwa Loop adalah produk yang sama  dengan Circles.

Patut ditunggu sebenarnya apa situs atau layanan Google yang akan segera mereka luncurkan dan menjadi senjata pembunuh ampuh bagi Facebook di ranah social media. Jika sekali lagi Google gagal menghasilkan layanan yang setidaknya bisa bersaing dengan Facebook, tentu kemampuan mereka sebagai raja di internet semakin diragukan. Mungkin juga Google perlu menyadari bahwa social media memang bukan jatah mereka.

Sebaiknya memang kita tunggu apa layanan yang hendak diberikan Google dalam ranah social media ini.
  • Share

Artikel Menarik Yang Lain:



Hasil Pencarian Untuk Artikel Ini :

Searching...
 

Copyright © 2010 Jogza Vista | MATARAM 99. All Rights Reserved. Powered by Prista Fantasia and Distributed by Tembang Lawas | Tivi Star | AMA Compuhouse